Tampilkan postingan dengan label istilah beton dalam teknik sipil. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label istilah beton dalam teknik sipil. Tampilkan semua postingan

Selasa, Juli 12, 2011

TES SONDIR “Cone Penetration Test (CPT)”

PENDAHULUAN
Ada berbagai cara untuk menentukan daya dukung tanah, salah satu diantaranya adalah melakukan pengetesan dengan alat sondir. Alat ini mempunyai standar luas penampang sebesar 10 cm2, sudut puncak 60°, dan luas selimut 150 cm2 (di Indonesia 100 cm2). Kecepatan penetrasi 2 cm/detik (standar ASTM D411-75T).
Keuntungan alat sondir :
± Cukup ekonomis.
± Apabila contoh tanah pada boring tidak bisa diambil (tanah lunak / pasir).
± Dapat digunakan manentukan daya dukung tanah dengan baik.
± Adanya korelasi empirik semakin handal.
± Dapat membantu menentukan posisi atau kedalaman pada pemboran.
± Dalam prakteknya uji sondir sangat dianjurkan didampingi dengan uji lainnya baik uji lapangan maupun uji laboratorium, sehingga hasil uji sondir bisa diverifikasi atau dibandingkan dengan uji lainnya.

TUJUAN
Tes ini dimaksudkan untuk mengetahui perlawanan penetrasi konus (PK) dan hambatan lekat (HL).
Perlawanan penetrasi konus adalah perlawanan tanah terhadap ujung konus yang dinyatakan dalam gaya per satuan luas.
Hambatan lekat adalah perlawanan geser tanah terhadap mantel bikonus dalam gaya per satuan luas.

PERALATAN
± Mesin sondir kekuatan sedang (2,5 ton)
± Manometer 2 buah dengan kapasitas 60 dan 250 kg/cm2
± Konus atau bikonus
± Seperangkat pipa sondir, panjang masing-masing 1 m
± 2 buah angker dengan perlengkapannya termasuk besi kanal
± kunci pipa, linggis, meteran dan oli
± waterpass tukang

LANGKAH KERJA
1. Tentukan titik lokasi yang akan disondir.
2. Buat lubang pertolongan dengan linggis untuk pemasukan bikonus pada permukaan tanah.
3. Pasang angker terlebih dahulu (tiap titik 2 buah angker), dengan jalan memutar angker searah jarum jam dengan menggunakan batang pemutar sambil menekan angker masuk ke dalam tanah.
4. Pasang dan aturlah mesin sondir di atas titik lokasi dalam posisi vertikal.
5. Besi-besi kanal dipasang untuk menjepit kaki sondir dan amati apakah mesin benar-benar dalam keadaan vertikal terhadap permukaan tanah.
6. Isikan oli ke dalam ruang hidrolis sampai penuh, hingga bekerjanya tekanan sempurna.
7. Pasang bikonus pada ujung pipa pertama dan kontrol sambungan-sambungannya.
8. Pasanglah rangkaian pipa pertama pada mesin sondir tepat pada lubang yang telah dipersiapkan.
9. Tekanlah pipa dengan jalan memutar stang pemutar pada alat sondir untuk memasukkan bikonus ke dalam tanah. Setelah pipa masuk sedalam 20 cm, hentikan pemutaran stang. Pemutaran dilanjutkan kembali untuk menekan besi isi pipa. Pada penekan pertama ujung konus akan bergerak ke bawah sedalam 4 cm, dan jarum manometer bergerak. Catat tekanan yang ditunjuk oleh manometer tersebut. Tekanan inilah yang disebut perlawanan penetrasi konus (PK). Pada penekanan berikutnya, konus dan mantelnya bergerak ke bawah. Nilai manometer yang terbaca adalah nilai perlawanan lekat (JP = PK + HL). Catat besarnya JP.
10. Tekan kembali pipa sondir masuk ke dalam tanah untuk mencapai kedalaman baru. Hentikan setelah mencapai kedalaman tiap interval 20 cm. Lakukan kembali pekerjaan no. 9.
11. Hentikan pengujian sondir apabila :
± Kedalaman telah mencapai kedalaman yang diinginkan.
± Jika bacaan manometer telah mencapai angka maksimal.

Petunjuk pemasangan shackle

pada sling ( wire rope )

Jumlah shackle : Disyaratkan minimal menggunakan 3 buah shackle untuk sling berukuran hingga 5/8 inch dan berjumlah 4 buah shackle untuk sling berukuran di atas 5/8 inch hingga 7/8 inch.

Penyimpanan sling : Dalam hal penyimpanan sling, jangan meletakannya langsung di atas tanah untuk jangka waktu yang lama, dan tidak menyimpan atau meletakannya di tempat basah.

clip_image002

Step-1 : Pasang U-bolt dan Nut pertama dekat dengan ujung dead-end dan langsung kencangkan kedua bolt-nya. Perhatikan : posisi U-bolt HARUS diletakan pada dead-end dan Nut pengencang pada live-end ( lihat gambar ).

clip_image004

Step-2 : Pasang shackle kedua sedekat mungkin dengan ’mata’ sling, lalu dikencangkan. Perhatikan : arah pemasangan U-bolt searah dengan U-bolt yang pertama.

clip_image006

Step-3 : Pasang shackle ketiga di antara shackle pertama dan kedua, lalu langsung dikencangkan. Perhatikan : jarak antara masing-masing shackle sekitar 6 – 7 kali diameter sling.

clip_image008

Step-4 : Sling tidak boleh digunakan melebihi batas kuat tarik yang diijinkan ( tergantung diameter sling dan sudut angkat ).

clip_image010

Step-5 : Setelah pemakaian sling, biasakan untuk selalu memeriksa kekencangan Nut dan U-bolt, dan kencangkan kembali bila diperlukan.

- rma -

ANALISIS KEKUATAN TEKAN BETON KARAKTERISTIK

I. TUJUAN PERCOBAAN

Dari hasil pengumpulan data kekuatan hancur tekan beton, dilakukan penentuan tegangan tekanan karakteristik beton. Tegangan tekan karakteristik beton ini diperoleh dengan menggunakan rumusan statistik sebagai berikut :

a. Menentukan deviasi standar benda uji :

s = clip_image002

Dimana :

s = deviasi standar

σb = kekuatan tekan beton yang didapat dari masing

masing – masing benda uji ( kg/cm2 )

σbm = kekuatan tekan beton rata – rata ( kg/cm2 )

σbm = clip_image004

N = jumlah seluruh nilai hasil pemeriksaan

b. Menghitung nilai kekuatan beton karakteristik dengan 5% kemungkinan adanya kekuatan yang tidak memenuhi syarat

clip_image006

c. Nilai kekuatan tekan beton karakteristik yang diperoleh pada langkah (b) dibandingkan dengan nilai rencana. Disebut benda uji mempunyai / memenuhi persyaratan mutu kekuatan, bila nilai ada lebih besar dari rencana. Benda uji tidak memenuhi rencana atau syarat, bila mutu kekuatan yang ada kurangdari nilai rencana.

II. PERHITUNGAN

Kekuatan tekan rata – rata :

clip_image008

clip_image010

clip_image012

Jadi nilai :

clip_image014

Standard deviasi :

clip_image016

clip_image018

Dari hasil percobaan diatas didapatkan nilai kekuatan beton karakteristik lebih rendah dari yang direncanakan :

2649 < 350 hal ini disebabkan :

· Pengadukan tidak merata (manual).

· Penambahan air yang berlebihan sehingga mempengaruhi mutu kekuatan beton.

· Susunan butiran agregat kurang bagus, hal ini dapat diketahui dari grafik sieve analis.

· Mutu semen rendah (menggumpal).

· Di adakan mix design ulang karena kekuatan beton karakteristik kurang dari kekuatan beton rencana.

KESIMPULAN AKHIR

Setelah diadakan beberapa kali percobaan dalam suatu proses untuk pembuatan campuran beton yang dimulai dari pemeriksaan bahan / agregat sampai dengan pembuatan mix design, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

· Modulus agregat halus diambil antara 2,56.

· Modulus agregat kasar diambil antara 3,8 cm.

· Untuk agregat halus, kadar lumpur yang terkandung maximum 5%.

· Untuk agregat kasar, kadar lumpur yang terkandung maximum 1%.

Kemudian setelah dihitung seluruh kebutuhan material yang akan dipergunakan dalam pembuatan campuran beton dan adanya koreksi tentang kebutuhan jumlah air yang dibutuhkan untuk mendapatkan perencanaan beton dengan

αbk = 550 kg/cm2 dengan slump test = 0,2 cm.

Dari hasil test kekuatan beton pada umur 28 hari didapatkan :

αbm = 521,6 kg/cm2 αbm = kekuatan beton rata – rata

Karena didalam pelaksanaan pembuatan beton memungkinkan terdapat kekuatan yang tidak memenuhi syarat, yang besarnya diperhitungkan sebesar 5%, maka kekuatan beton karakteristik menjadi :

αbk = αbm – 1,64 s

= 521,6 – 1,64 (69,03)

= 408,391 kg/cm2

αbk = nilai kekuatan beton karakteristik dengan 5% kemungkinan tidak memenuhi syarat.

αbm = kekuatan beton rata – rata (kg/cm2)

s = standar deviasi.

sumber artikel

http://ilmusipil.com

ISTILAH DALAM BETON TEKNIK SIPIL

                

                                                  Daftar Istilah :

   1.  Acuan  (bekisting)  adalah  suatu  sarana  pembantu  struktur  beton  untuk  pencetak 
      beton  sesuai dengan ukuran, bentuk, rupa ataupun posisi yang direncanakan. 

   2.  Agregat  adalah  material  granular,  misalnya  pasir,  kerikil,  batu  pecah  dan  kerak 
      tungku  besi, yang  dipakai  bersama-sama  dengan  suatu  media  pengikat  untuk 
      membentuk  suatu  beton semen hidraulik atau adukan. 

   3.  Agregat Ringan adalah agregat yang dalam keadaan kering dan gembur mempunyai
      berat 1100 kg/m3 atau kurang. 

   4.  Agregat  Halus  adalah  pasir  alam  sebagai  hasil  desintegrasi  _alami_  bantuan  atau 
      pasir  yang dihasilkan oleh inustri pemecah batu dan mempunyai ukuran butir terbesar 5,0
      mm. 

   5.  Agregat Kasar adalah kerikil sebagai hasil desintegrasi _alami_ dari bantuan atau berupa
      batu pecah  yang  diperoleh  dari  industri  pemecah  batu  dan  mempunyai  ukuran    butir 
      antara  5-40 mm. 

   6.  Adukan  adalah  campuran  antara  agregat  halus  dan  semen  portland  atau  sembarang 
      semen hidrolik yang lain dan air. 

   7.  Angker adalah media untuk mengikat dalam suatu sambungan beton pracetak.

   8.  Bahan Tambahan adalah suatu bahan berupa bubukan atau cairan, yang dibubuhkan
      kedalam campuran beton selama pengadukan dalam jumlah tertentu untuk merubah
      beberapa sifatnya. 

   9.  Beton adalah campuran antara semen portland atau  semen hidraulik yang lain, agregat
      halus, agregat kasar dan air, dengan atau tanpa bahan tambahan membentuk masa padat. 

   10. Beton  Bertulang  adalah  beton  yang  ditulangi  dengan  luas  dan  jumlah  tulangan 
      yang  tidak kurang dari nilai minimum, yang disyaratkan dengan atau tanpa prategang, dan
      direncanakan berdasarkan  asumsi  bahwa  kedua  material  bekerja  bersama-sama 
      dalam  menahan  gaya  yang bekerja. 

   11. Beton-Normal  adalah  beton  yang  mempunyai  berat  isi  2200-  2500  kg/m3 
      menggunakan agregat alam yang dipecah atau tanpa dipecah yang tidak menggunakan
      bahan tambahan. 

   12. Beton  Praktekan  adalah  beton  bertulang  yang  telah  diberikan  tegangan  dalam 
      untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton akibat beban kerja. 

   13. Beton Pracetak adalah elemen atau komponen beton tanpa atau dengan tulangan yang
      dicetak terlebih dahulu sebelum dirakit menjadi bangunan. 

   14. Beton Ringan Struktur adalah beton yang mengandung agregat ringan yang mempunyai
      berat isi tidak lebih dari 1900 kg/m3. 

   15. Beton  Polos  adalah  beton  tanpa  tulangan  atau  mempunyai  tulangan  tetapi  kurang 
      dari ketentuan minimum. 
January 18, 2010
CIVIL ENGINEERING COMMUNITY                     

                                                  ISTILAH DALAM BETON TEKNIK SIPIL
COPYRIGHT BY : CEC
www.feri82.blogspot.com
   16. Berat Jenis adalah perbandingan antara berat dan volume suatu material (misalnya:
      beton). 

   17. CGS adalah standar internasional terkecil dalam ukuran metrik (dalam sentimeter). 

   18. Dowel adalah material penghubung antara 2 (dua) komponen struktur.  

   19. Deking adalah beton tahu untuk pedoman ketebalan beton.  

   20. Faktor Air Semen (Fas) adalah perbandingan antara jumlah semen dan air pada beton. 

   21. Konstruksi  Batu  adalah  pasangan  batu  yang  berfungsi  sebagai  elemen  konstruksi 
      dengan kekuatan tekan > 100 kg/cm2. 

   22. Konstruksi Beton adalah beton yang berfungsi sebagai elemen konstruksi 

   23. Kabel  adalah  susunan  material  yang  digunakan  dalam  media  penarikan  beton 
      pratekan, biasanya disebut _tendon_. 

   24. Mks adalah standar internasional terbesar dalam ukuran metrik (meter). 

   25. Perancah (Scaffolding) adalah suatu struktur (kerangka) sebagai (1) sarana kerja bagi
      pekerja untuk  melakukan  tugas  pada  ketinggian  tertentu  dan  (2)  penyangga  acuan 
      beton  yang berfungsi mencegah terjadinya perubahan posisi acuan dari posisi yang telah
      ditentukan 

   26. Sengkang  adalah  tulangan  yang  digunakan  untuk  menahan  tegangan  geser  dan 
      torsi  dalam suatu  komponen  struktur,  terbuat dari batang  tulangan,  kawat baja  atau 
      jaring  kawat baja  las polos atau deform. 

   27. Segregasi  adalah pengelompokan  agregat  yang homogen pada  adukan beton, dimana 
      agragat kasar terpisah dengan agregat halus.  

   28. Tulangan  adalah  batang  baja  berbentuk  polos  atau  defon  atau  pipa  yang  berfungsi 
      untuk menahan  gaya  tarik  pada  komponen  struktur,  tidak  termasuk  tendon  prategang, 
      kecuali  bila secara khusus diikut sertakan. 

   29. Tulangan  Polos  adalah  batang  baja  yang  permuakaan  sisi  luarnya  rata  tidak 
      bersirip  atau berukir. 

   30. Tulangan Deform adalah batangan baja yang permukaan sisi luarnya tidak rata, tetapi
      bersirip, atau berukir.   

January 18, 2010
CIVIL ENGINEERING COMMUNITY                     

                                                  ISTILAH DALAM BETON TEKNIK SIPIL
COPYRIGHT BY : CEC
www.feri82.blogspot.com

Daftar Terjemahan :

   1.  Accelerator adalah bahan tambah untuk mempercepat pengikatan beton. 

   2.  Admixture adalah bahan tambah untuk campuran beton. 

   3.  Additive adalah bahan tambah untuk campuran beton. 

   4.  Bouwplank adalah papan duga dalam istilah Belanda. 

   5.  Barsteel adalah rangkaian tulangan. 

   6.  Box adalah korak penyedia daya atau arus listrik. 

   7.  Bucket Tower Crane adalah kotak pembawa material dari mesin angkat. 

   8.  Bleeding adalah beton yang kelebihan air, sehingga air semen naik ke permukaan. 

   9.  Bendraat adalah kawat pengikat tulangan dalam istilah Belanda. 

   10. Batching Plant adalah lokasi / tempat pengadukan. 

   11. Conveyor adalah ban berjalan untuk membawa material. 

   12. Cofferdam adalah menahan / membendung adukan beton sehingga tidak tercampur
      lingkungan (tanah, sungai dan sebagainya). 

   13. Cast in situ adalah pelaksanaan pracetak beton di lapangan. 

   14. Doka adalah perusahaan pembuat acuan dan perancah. 

   15. Dump Truck adalah truk yang mampu membawa adukan beton. 

   16. Forklift adalah mesin / alat angkat. 

   17. Hoist adalah mesin / alat angkat. 

   18. Hammer Test adalah uji palu beton pada lapisan yang telah mengeras. 

   19. In Situ adalah lokasi  / lapangan. 

   20. Jacking adalah mesin / alat penarik kabel pratekan. 

   21. Lay-Out adalah penggunaan tata ruang di lapangan. 

   22. Mold adalah acuan untuk pelaksanaan pengecoran beton. 

   23. Mix Design  adalah disain campuran beton berdasarkan berat atau volume.

   24. Maccaferri  adalah perusahaan pembuat acuan dan perancah.

   25. Power adalah energi listrik di lapangan yang berasal dari PLN atau generating set. 

   26. Portland Cement adalah semen abu-abu.  
January 18, 2010
CIVIL ENGINEERING COMMUNITY                     

                                                  ISTILAH DALAM BETON TEKNIK SIPIL
COPYRIGHT BY : CEC
www.feri82.blogspot.com
27. Post-Tension adalah penarikan pada beton pratekan setelah beton mengeras. 

28. Pre-Tension adalah penarikan pada beton pratekan sebelum dilaksanakan pengecoran. 

29. Peri adalah perusahaan pembuat acuan dan perancah. 

30. Retarder adalah bahan tambah untuk memperlambat pengikatan beton. 

31. Rapid Klam adalah alat penjepit pada acuan untuk struktur kolom dan balok. 

32. Ready Mix Concrete adalah beton yang siap pakai. 

33. Speady adalah uji pada semen abu-abu untuk mengetahui kemampuan ikatan semen. 

34. Slump adalah alat uji konsistensi/kekentalan beton. 

35. Steel Proff adalah tiang baja yang berbentuk silinder dapat diatur ketinggiannya. 

36. Shear  Connector  adalah  bahan  /  material  penghubung  antara  2  (dua)  material  yang 
   berbeda karakteristiknya (komposit). 

37. Strands  adalah kumpulan kawat-kawat berdiameter kecil dan tipis untuk membentuk
   kabel. 

38. Setting Time  adalah pengaturan atau penentuan waktu ikat pada beton. 

39. Sand  Blasting  adalah  alat  /  mesin  pembersih  permukaan  pada  beton  sebelum 
   dilaksanakan perbaikan beton atau penutupan kembali. 

40. Shop Drawing adalah gambar pelaksanaan / kerja. 

41. Site-Plan adalah rencana lokasi / areal pelaksanaan. 

42. Stressing adalah penarikan kabel atau tendon pratekan. 

43. Truck Mixer adalah truk yang mampu mengaduk beton. 

44. Timing adalah pemilihan waktu untuk merencanakan ikatan beton. 

45. Troley adalah alat / mesin pembawa adukan beton. 

46. Uplift adalah tekanan / gaya angkat. 

47. Wearing Diagram adalah pembungkus kabel (isolator) yang memiliki arus listrik. 

48. Workshop  adalah lokasi untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan fabrikasi. 

49. Waterpas adalah alat / mesin untuk mengukur kedataran suatu pasangan konstruksi. 

50. Wires adalah kawat-kawat berdiameter kecil dan tipis untuk membentuk kabel. 

51. Workability adalah kemudahan di dalam melaksanakan suatu pekerjaan konstruksi. 

52. Wika Precast adalah perusahaan (Wika, BUMN) yang memproduksi beton pracetak.

COPYRIGHT BY : CEC

 
back to top